SALATIGA,IndonesiaMAJU.online — Organisasi Becike Seduluran Saklawase (BSS) Salatiga yang telah dikenal sejak belasan tahun silam, kini mulai merintis pembentukan kepengurusan di empat kecamatan yang ada di Kota Salatiga.
Hal tersebut disampaikan Ketua BSS Salatiga, Sutrisno Supriyantoro, saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan temu kangen dalam rangka halal bihalal yang digelar di sebuah griya dahar di depan TWRS Domas Salatiga, Rabu (8/4/2026).
“Ke depan kita akan membentuk kepengurusan BSS Salatiga di empat kecamatan untuk bisa menyatukan kembali BSS. AD/ART segera disusun dan tidak ada agenda politik. BSS di dalamnya semua elemen masyarakat yang memang menginginkan seduluran dan persatuan,” tegas Sutrisno.
Ia menjelaskan, anggota BSS saat ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama hingga tokoh politik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa BSS bukanlah organisasi yang berafiliasi atau berorientasi pada kepentingan politik tertentu.
“Kita berkumpul untuk menjalin paseduluran (seduluran saklawase), bukan untuk kepentingan politik,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga digelar sesi diskusi dan penyampaian saran serta masukan dari para anggota guna menjaga marwah organisasi agar semakin berkembang dan mampu merangkul seluruh anggota yang tersebar di berbagai wilayah.
Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Kauman Kidul, Winardi (67), menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembentukan kepengurusan BSS di tingkat kecamatan.
“Kami sangat mendukung. Jika BSS Salatiga ini dibentuk di setiap kecamatan, para tokoh BSS siap mendukung penuh demi terwujudnya seduluran ini,” ujarnya.
Dengan rencana pembentukan struktur organisasi yang lebih luas, diharapkan BSS Salatiga dapat semakin solid dalam memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.(Slamet/C)
